📑 Table of Contents
Terjemahan dari
sati
Indonesiaperhatian penuh,
kesadaran penuh
Inggrismindfulness,
awareness,
inspection,
recollection,
retention
Palisati
Sanskertasmแน›ti (เคธเฅเคฎเฅƒเคคเคฟ)
Tionghoaniร n, ๅฟต
Jepangๅฟต (ใƒใƒณ)
(rลmaji: nen)
Korea๋…
(RR: nyeom)
Tibetเฝ‘เพฒเฝ“เผ‹เฝ”
(Wylie: dran pa;
THL: trenpa/drenpa
)
Thaiเธชเธ•เธด (sati)
Vietnamniแป‡m
KhmerแžŸแžแžท
(UNGEGN: sate)
Sinhalaเทƒเถญเท’
Daftar Istilah Buddhis

Kewawasan[1] (Pali: sati;[2] Sanskerta: เคธเฅเคฎเฅƒเคคเคฟ smแน›ti; terj. har.โ€‰'memori/ingatan';[3] Inggris: mindfulness), juga diterjemahkan sebagai perhatian (bedakan dari manasikฤra), perhatian penuh, kesadaran (bedakan dari viรฑรฑฤแน‡a),[note 1] kesadaran penuh, penyadaran, kewaspadaan, eling, dan pengingatan, merupakan bagian penting dari praktik Buddhisme. Perhatian-penuh memiliki makna terkait dengan mengingat kembali ajaran-ajaran baik (kusala-dhamma) seperti empat landasan perhatian-penuh (satipaแนญแนญhฤna), lima indra/kemampuan (paรฑcindriya), lima kekuatan (paรฑcabala), tujuh faktor pencerahan, Jalan Mulia Berunsur Delapan, dan pengetahuan pandangan-terang (vipassanฤ-รฑฤแน‡a);[4] serta praktik nyata dalam menjaga pemahaman jernih (sampajaรฑรฑa) terhadap dhamma[5] berupa fenomena jasmaniah dan batiniah, dengan berupaya secara benar untuk melawan munculnya keadaan yang tidak baik (akusala-dhamma) dan untuk mengembangkan keadaan yang baik.[6] Perhatian-penuh merupakan faktor pertama dari daftar tujuh faktor pencerahan. Perhatian-penuh yang "benar" atau "tepat", disebut "Perhatian Benar" (Pali: sammฤ-sati; Sanskerta: samyak-smแน›ti), merupakan unsur ketujuh dari Jalan Mulia Berunsur Delapan.

Catatan

sunting
  1. ^ Artikel ini membahas konsep mindfulness (Pali: sati) dalam Buddhisme. Untuk konsep consciousness (viรฑรฑฤแน‡a), lihat artikel Kesadaran (Buddhisme). Untuk konsep attention (manasikฤra), lihat artikel Perhatian (Buddhisme).

Referensi

sunting
  1. ^ "Entri 'kewawasan'". KBBI VI Daring. Diakses tanggal 2025-03-03.
  2. ^ "Sati". The Pali Text Society's Pali-English Dictionary. Digital Dictionaries of South Asia, University of Chicago. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-12-12.
  3. ^ Lecture, Stanford University Center for Compassion and Altruism Research and Education, c 18:03 [1]. Diarsipkan 20 November 2012 di Wayback Machine.
  4. ^ Sharf 2014, hlm.ย 943. "Even so, your Majesty, sati, when it arises, calls to mind dhammas that are skillful and unskillful, with faults and faultless, inferior and refined, dark and pure, together with their counterparts: these are the four establishings of mindfulness, these are the four right endeavors, these are the four bases of success, these are the five faculties, these are the five powers, these are the seven awakening-factors, this is the noble eight-factored path, this is calm, this is insight, this is knowledge, this is freedom. Thus the one who practices yoga resorts to dhammas that should be resorted to and does not resort to dhammas that should not be resorted to; he embraces dhammas that should be embraced and does not embrace dhammas that should not be embraced."
  5. ^ Gethin 1992.
  6. ^ Sharf 2014, hlm.ย 942.

Daftar pustaka

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kewawasan

Massachusets. Kewawasan dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan, dimana pikiran dan perasaan yang hidup sepenuhnya di masa sekarang. Kewawasan ini telah

Kesadaran (Buddhisme)

consciousness (Pali: viรฑรฑฤแน‡a) dalam Buddhisme. Untuk konsep mindfulness (sati), lihat artikel Kewawasan (Buddhisme). Rhys Davids & Stede (1921-25), hlm

Buddhisme

Buddhisme, juga dikenal sebagai Agama Buddha dan Dhammavinaya, adalah suatu agama darmik dan sebuah tradisi filosofis yang berlandaskan kepada ajaran

Pengotor batin

Dalam Buddhisme, pengotor batin, kotoran batin, atau kotoran mental (Pali: kilesa; Sanskerta: เค•เฅเคฒเฅ‡เคถ, kleล›a) adalah faktor mental yang mengeruhkan batin

Tripitaka

merupakan istilah yang digunakan oleh Buddhisme untuk menggambarkan kumpulan teks kanonis sebagai kitab suci Buddhisme. Tripitaka berarti "Tiga Keranjang"

Jalan Mulia Berunsur Delapan

Faktor Suciwan dan Jalan Mulia Beruas Delapan, merupakan ajaran utama Buddhisme yang menjelaskan praktik menuju lenyapnya penderitaan (dukkha) dan mencapai

Satipaแนญแนญhฤna

kemudian dapat diterjemahkan sebagai "kehadiran kewawasan" atau sebagai "memperhatikan dengan kewawasan." Paul Williams (merujuk pada Frauwallner) menyatakan

Kebijaksanaan (Buddhisme)

ketidakkekalan (anicca), penderitaan (dukkha), dan tanpa-atma (anatta). Dalam Buddhisme Theravฤda, kebijaksanaan adalah bagian dari Jalan Mulia Berunsur Delapan