Sang Buddha menyampaikan khotbah pertama-Nya (Dhammacakkappavattana Sutta) di Taman Rusa Isipatana sebagaimana diilustrasikan sebuah lukisan di Wat Chedi Liam, Thailand

Asalha[1] atau Asada[2] (Pali: Āsāḷha Pūjā; Sanskerta: Aṣāḍha Pūjā; Thai: วันอาสาฬหบูชา, Asanha Bucha) merupakan salah satu perayaan penting bagi umat Buddha, terutama aliran Theravāda, yang memperingati penyampaian khotbah Dhamma pertama Sang Buddha. Hari raya Asalha berlangsung pada hari purnama bulan Asada, yaitu bulan ke-8 penanggalan lunar Buddhis (biasanya jatuh sekitar bulan Juli). Perayaan ini memperingati tiga peristiwa penting, yaitu:[3][4]

  1. Penyampaian khotbah pertama Sang Buddha Gotama, yaitu Dhammacakkappavattana Sutta, di Taman Rusa Isipatana, Bārāṇasī, Jambudīpa (sekarang disebut Benares, India)
  2. Terbentuknya Sangha (komunitas monastik Buddhis) yang pertama di dunia
  3. Lengkapnya Triratna, yaitu Buddha, Dhamma, dan Sangha

Asalha, dikenal juga sebagai Hari Dhamma, diperingati di berbagai negara di Asia Tenggara. Di Thailand, hari raya Asalha merupakan hari libur pemerintah dan minuman beralkohol dilarang untuk diperjual-belikan pada hari tersebut. Di Indonesia, perayaan hari Asalha biasanya berpusat di Candi Mendut dan Candi Borobudur.

Perayaan di Indonesia

sunting

Di Indonesia, perayaan tahunan Asalha Puja (Indonesia: Asalha) juga dipusatkan di Candi Borobudur, yang menyertakan acara Indonesia Tipiṭaka Chanting (ITC). Diselenggarakan sejak tahun 2015, acara ini biasanya berlangsung selama tiga hari. Selama waktu tersebut, para umat membacakan bagian-bagian dari Kanon Pali dalam bahasa Pali dan menjalankan Delapan Sila. Perayaan ini mencapai puncaknya dengan prosesi puja akbar yang diikuti oleh ribuan peserta yang berjalan kaki dengan penuh kesadaran dari Mendut ke Borobudur untuk memperingati khotbah pertama Sang Buddha.[5][6]

Lihat juga

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Entri 'asalha'". KBBI VI Daring. Diakses tanggal 2025-07-07.
  2. ^ "Entri 'Asada'". KBBI VI Daring. Diakses tanggal 2025-07-07.
  3. ^ "Āsāḷha Pūjā". Oxfordreference.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 April 2023.
  4. ^ admin (2021-07-24). "Asalha Puja - July 5". National Today (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-09-01.
  5. ^ "Tipitaka Chanting – Indonesia Tipitaka Chanting – Asalha Mahapuja". Diakses tanggal 2025-08-20.
  6. ^ Budiyono, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha-Kementerian Agama. "Perayaan Asalha Mahapuja 2569 BE / 2025 di Borobudur: Semarak Spirit Dhamma dan Kesadaran | Ditjen Bimas Buddha Kemenag RI". Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha - Kementerian Agama RI. Diakses tanggal 2025-08-20.

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kalender Jawa

Hindu dari bahasa Sanskerta, yaitu Jyeṣṭha. Nama Sadha diambil dari kata Āṣāḍha yang merupakan bulan kedua belas. Kalender Tengger Kalender Bali Kalender

Buddhisme

Buddhisme. Kebaktian untuk memperingati Hari besar Āsādha disebut Āsādha Pūjā / Āsāḷha Pūjā. Hari raya Āsādha, diperingati 2 (dua) bulan setelah Hari Raya Waisak

Prasasti Kedukan Bukit

di mata jap (mukha upaṃ ?) sukhacitta di pañcamī śuklapakşa vula[n]... (āsāḍha ?) laghu mudita dātaṁ marvuat vanua ... śrīvijaya siddhayātra subhikşa

Uposatha

bulan Waisak yang merupakan hari raya Waisak, di bulan Asadha yang merupakan hari raya Asadha Puja, dan di bulan Kathina yang merupakan hari raya Kathina

Kota Salatiga

candrasengkala dalam prasasti Plumpungan menunjuk hari Jumat (Suk) rawâra tanggal 31 Asadha atau tanggal 24 Juli 750 Masehi. Tanggal tersebut merupakan peresmian Desa

Majelis Buddhayana Indonesia

Indonesia. Majelis ini didirikan oleh Y.M. MNS Ashin Jinarakkhita pada hari Asadha 2499 BE tanggal 4 Juli 1955 di Semarang, tepatnya di Wihara Buddha Gaya

Pramuka Penegak

(pagi dan sore) serta perayaan hari-hari besar Agama Buddha; hari Waisak, Asadha, Kathina, Maggapuja) Saddha: Mendiskripsikan ruang lingkup dan intisari

Indonesia dalam tahun 2024

seluruh Indonesia, dan manca negara dalam rangka memperingati Hari Suci Asadha 2023 di Candi Borobudur. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam